tulisan ini hanya ada karena saya sedang tak di rumah. kadang tersebab belum mau pulang, tak bisa pulang, dapat pula lantaran tak bertemu satu-dua tumpangan. dan rumah bisa merujuk kata benda, dapat juga sebagai kata sifat. sebuah kata yang hingga sekarang terus dicari. sebuah tempat segala hal menuju.
beratus lembar kertas telah kutanggal untuk sajak seperti almanak. tapi ada saja yang tertinggal. tak tercatat. mungkin sembunyi di sudut benak, terselip di tumpukan kitab-kitab, atau di pojokan pagar halaman sebuah rumah yang dilantar.
tapi setiap berkunjung ke sana, aku hanya duduk lemas di sebuah kursi malas di ujung kanan beranda yang tak berparas.
beranda itu, sejatinya, tak pernah sepi. ada saja yang berjalan mendekat. megap-megap. Meminta jawab. ''engkaukah jejak yang pulang karena tak pernah tiba di tujuan?''
[2004]
|
 |
Jan 29, 2008
dugaan saya sementara ini, sahabat paling setia adalah kesendirian dan kesunyian. ia menyayangiku sepanjang masa. hingga kemudian sampai di waktu akan segera datang itu.
saya sedang tak melancarkan fitnah. siang malam saya berjuang untuk melawannya tapi setiap lelah dan capai datang, dia selalu setia mengelus punggungku. menemani sarapan dan menyeruput kopi, mengucapkan selamat makan siang, sampai menjelang tidur dia tak pernah alpa di sampingku.
dia adalah sekutu terbaik saya..
Posted at 02:01 am by jimpe
Nov 21, 2007
dua hari dalam sebuah catatan; on listening nude-radiohead
19 november 2007; 14.59 wita saya bayangkan, seseorang kelak mati tanpa siapapun di sampingnya. hanya ada orang alim yang memandikan dan menyalatkan, lalu memberangkatkannya ke sebuah liang sedalam dada manusia dewasa. kematian yang indah; tanpa ada yang menangis. hanya ada seseorang yang bersedih karena bertanya dalam hati: benarkah dia tahu, keberangkatan itu, akan tak melibatkan sesiapa dan tak membawa apa-apa.
20 november 2007; 02.10 wita sebuah pengalaman konyol aku ingat malam ini. di sebuah sore, ibu marah padaku. aku membalasnya. aku pergi dari rumah. seorang anak yang duduk di kelas III akan dicari bila belum pulang menjelang pukul 10 malam. tapi aku tak pergi jauh. aku hanya ke belakang rumah, di sebatang pohon jambu. aku memanjat. dari sebuah jendela, aku mengawasi tanpa henti, apakah ibu-bapak-saudara akan panik mencariku. tapi nyatanya tidak. tak ada pembicaraan mengenai seorang anak yang hilang. mungkin mereka tahu, aku tak akan pernah pergi jauh. lewat pukul sepuluh, aku buka pintu. rupanya memang tak terkunci. aku pun mengendap, masuk ke kamar tidur. tapi entah kenapa, aku menangis mengenangnya. aku seperti seekor burung berteduh dari tempias hujan di sebuah lubang sarang yang penuh getah kenangan
Posted at 11:03 pm by jimpe
Oct 12, 2007
sebuah buku yang menceritakan perjuangan enrique yang tak kenal lelah. ia tahu ke mana ia harus pulang. hanya itu mungkin yang saya bisa menggambarkan tentang semangat enrique ketika berangkat. hasilnya, buku itu saya baca dalam seminggu saja. mengajari saya merenungkan sebuah kepulangan.
Posted at 04:55 pm by jimpe
Oct 6, 2007
setiap hari dalam dua bulan ini...
dari sejumlah lagu dalam komputer, inilah lagu yang saya dengar, agaknya, setiap hari dalam dua bulan terakhir ini. lagu indah dibawakan oleh suara indah eva cassidy. versi lain dinyanyikan martina mcbride:
somewhere over the rainbow, way up high, there's a land that i heard of once in a lullaby// somewhere over the rainbow,skies are blue, and the dreams that you dare to dream really do come true//
Someday i'll wish upon a star, and wake up where the clouds are, far behind me, where troubles melt like lemon drops, a way above the chimney tops, that's where you'll find me//
Somewhere over the rainbow, blue birds fly, birds fly over the rainbow, why then oh why can't I?//
If happy little blue birds fly, beyond the rainbow, why oh why can't I?//
Posted at 04:19 am by jimpe
Oct 5, 2007
azan sudah sampai sayup-sayup di telinga ketika saya belum tiba di rumah. tanggung, pikir saya, tinggal 4-5 menit lagi saya akan tiba di rumah. begitu masuk ke ruang tamu, air rasanya telah membasahi tenggorokan karena melihat udy dan lia sudah berbuka di depan televisi. mereka memang anak-anak yang keren ...
Posted at 07:02 pm by jimpe
setiap tahun, rumah itu juga ...
seperti tahun lalu, saya bakal melewatkan lebaran dengan
diri sendiri. suara sepi bakal menguat merambat ke sekujur pikiran dan rasa. mabuk
oleh hamparan hening. membentang lanskap tanpa tepi. hanya ada rumput jarang setinggi
betis ditiup angin dingin. tangan menyilang melawan beku. sepi mekar dan tak
bertuan. tak akan pernah bisa ditaklukkan. sepi memang rumah yang terus
mengubah diri dan tak pernah bisa nyaman ditinggali. tapi pintu-pintunya terus terbuka
lebar.
Posted at 01:12 am by jimpe
Sep 29, 2007
ada dua rumah
yang sekarang ini tak bisa saya tinggalkan dalam doa, ibu dan ayah. semoga mereka
terus diberi cahaya yang cukup dan halaman yang lapang. di sisi-Mu. mereka baik saja kan, Allah?
Posted at 04:55 am by jimpe
Sep 28, 2007
Allah, lapangkanlah jalan pulangku ...
Posted at 05:12 am by jimpe
Sep 21, 2007
sekarang ini, kampung nyaris hanya semacam utang yang terus menghantui saya setiap
lebaran menjelang. saya katakan ini karena tersebab, apalagi kalau bukan,
pertanyaan klise dari kawan atau kenalan, "lebaran di mana nanti?"
kalau sudah begitu, ingatan saya seketika tertuju pada kuburan ayah yang ada di
kampung, tetangga, sanak keluarga, teman sepantaran di masa kecil, kawan di masa remaja, guru-guru sekolah, juga guru
mengaji yang membantuku mencapai kehidupan saya yang sebegini sekarang. pulang kampung, bagi saya, bukanlah jawaban atas
pertanyaan kenapa orang di
sekitar kita mau berdesakan di halte, bandara, terminal, ruang tunggu
ditemani
satu-dua agen yang merangkap penipu, di hari-hari menjelang lebaran. pulang
kampung,
dalam hemat saya, hanya ziarah di waktu yang tidak tertentu, menjenguk
sesuatu yang jauh,
menyegarkan kenangan dan mencocokkannya dengan keadaan sekarang.
menjangkau segala kenangan dan menari bersamanya di saat-saat luang.
tidak lebih
tidak kurang.
Posted at 09:54 pm by jimpe
ada lagu bagus yang dinyanyikan dewi lestari untuk lagu latar film sembilan naga. lirik sederhana, (mungkin) sesederhana permintaannya. lagu yang sangat syahdu. terapi yang baik buat orang-orang hilang.
Tuhanku kuingin bercerita/kutunduk bersujud, kumulai berdoa lelahnya jiwaku, beratnya langkahku//
Tuhanku, kurindu tawaku yang dulu/kejujuran kebenaran yang dulu kutahu ke mana semua, sejauh itukah kusesal sudah//
peluklah semua tanyaku/jawablah dengan caramu
Tuhanku, kuingin berkenala/kembali mencari jalan ke rumah// bukan di sini, tempatku/bukan mereka, yang kucinta//
hari ini, kumengenali arti keberanian/yang menertawaiku/ di atas semua derita dan apa kata dunia//
usai semua sandiwara/cukup ku berpura-pura//
sejujurnya, hanya dia yang kucinta/ke hatinya aku
ingin … pulang
Posted at 04:54 am by jimpe
|